Hasil autopsi otak gue yang geser dari arahnya berhasil
menafsirkan bahwa sesungguhnya musuh itu sahabat gue dari kiri , maaf lebay.
Mereka kenal kita, tau kita, peduli ama kita. Dan lain lain. Yang malah
melampaui sahabat kita yang kenal kita. Tapi gue nggak suka kalo punya musuh.
Maksud gue Nggak Mau! Antara sahabat – musuh ada persamaan ada perbedaan,
perbedaan sebenernya lebih mencolok. Sahabat : kalo kita geser alias bersalah
alias nggak sesuai aah apalah itu sahabat memberitahu kesalahan kita dengan
cara yang lembut agar tidak menyakiti kita. Musuh : mereka bakal senang soalnya
mereka berhasil mendapat perihal buat nyakitin kita. Artinya “beda tujuan” kan
gue udah bilang dia (musuh) di arah kiri.






0 komentar:
Posting Komentar